Teori dan Konsep Perdagangan Elektronik
Pertemuan 1 — E-Commerce — Program Bisnis Digital
E-Commerce
Pertemuan 1 / 14
CPL: Analisis & Inovasi E-Commerce
Agenda Pertemuan
Teori
- Definisi & karakteristik e-commerce
- Evolusi perdagangan: konvensional → digital
- Kerangka teori pendukung (TAM, diffusion of innovation)
- Model bisnis e-commerce: B2C, B2B, C2C, G2C
Praktik & Konteks
- Ekosistem digital Indonesia
- Dampak globalisasi terhadap pasar lokal
- Studi kasus: Tokopedia, Gojek, BCA Mobile
- Diskusi & tugas mandiri
Tujuan Pembelajaran
01
- Mendefinisikan e-commerce secara tepat dan membedakannya dari e-business
02
- Mengidentifikasi karakteristik unik transaksi elektronik dibanding transaksi konvensional
03
- Menganalisis model bisnis e-commerce dan dampak globalisasi digital terhadap ekosistem Indonesia
Topik 1
Definisi & Karakteristik E-Commerce
Definisi E-Commerce
E-Commerce adalah proses pembelian, penjualan, atau pertukaran produk, jasa, dan informasi melalui jaringan komputer, terutama internet (Turban et al., 2018).
E-Commerce
- Transaksi jual-beli online
- Fokus pada pertukaran nilai komersial
- Contoh: Tokopedia, Shopee, Lazada
E-Business (lebih luas)
- Seluruh proses bisnis via internet
- Termasuk operasi internal, SCM, CRM
- Contoh: sistem ERP berbasis cloud perusahaan
Karakteristik Unik E-Commerce
| Karakteristik | Perdagangan Konvensional | E-Commerce |
|---|---|---|
| Jangkauan pasar | Lokal / regional | Global, 24/7 |
| Biaya transaksi | Tinggi (sewa toko, SDM) | Relatif rendah (platform digital) |
| Informasi produk | Terbatas di toko | Kaya, multimedia, user-generated |
| Personalisasi | Sulit diskalakan | Algoritma rekomendasi otomatis |
| Kecepatan transaksi | Jam kerja toko | Real-time, instan |
| Bukti transaksi | Nota fisik | Digital, tersimpan otomatis |
Landasan Teori Penerimaan E-Commerce
Technology Acceptance Model (TAM) — Davis, 1989
- Perceived Usefulness: seberapa berguna teknologi bagi pengguna
- Perceived Ease of Use: seberapa mudah digunakan
- Keduanya mempengaruhi niat dan perilaku adopsi
Diffusion of Innovation — Rogers, 1962
- Innovators → Early Adopters → Early Majority → Late Majority → Laggards
- E-commerce Indonesia: ~75% populasi internet masuk Early–Late Majority
- Kunci difusi: observability, trialability, relative advantage
Topik 2
Model Bisnis E-Commerce: Tradisional vs Digital
Klasifikasi Model Bisnis E-Commerce
| Model | Deskripsi | Contoh Indonesia |
|---|---|---|
| B2C | Bisnis ke Konsumen Akhir | Tokopedia, Zalora, Blibli |
| B2B | Bisnis ke Bisnis | Ralali, Mbiz, Waresix |
| C2C | Konsumen ke Konsumen | OLX, Facebook Marketplace, Shopee secondhand |
| G2C | Pemerintah ke Warga | OSS RBA, e-Samsat, PeduliLindungi |
| C2B | Konsumen ke Bisnis | Freelancer.co.id, Sribu |
| D2C | Produsen Langsung ke Konsumen | Erigo, Buttonscarves (website resmi) |
Evolusi Model Bisnis: Konvensional ke Digital
Model Konvensional (Brick & Mortar)
- Toko fisik, gudang, kasir
- Biaya tetap tinggi: sewa, listrik, SDM
- Jangkauan geografis terbatas
- Jam operasi terbatas
- Contoh: Toko kelontong, Pasar Johar Semarang
Model Hybrid & Pure Digital
- Click & Mortar: toko fisik + online (Indomaret Point)
- Pure Play: hanya online, tanpa toko fisik (Shopee)
- Biaya variabel lebih fleksibel
- Scalable tanpa batas geografis
Tren 2020–2024: Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi e-commerce Indonesia ~3–5 tahun lebih cepat dari proyeksi awal (estimasi berdasarkan laporan Google-Temasek-Bain).
Komponen Inti Model Bisnis E-Commerce
Value Proposition
- Apa nilai yang ditawarkan?
- Kemudahan, harga, kecepatan, pilihan
- Contoh: "Belanja di mana saja, kapan saja"
Revenue Model
- Komisi transaksi (marketplace fee)
- Subscription/langganan
- Iklan & data analytics
- Freemium ke premium
Market Opportunity
- Segmen pasar yang dituju
- Total Addressable Market (TAM)
- Niche vs. mass market
Topik 3
Ekosistem Digital & Dampak Globalisasi
Ekosistem Digital Indonesia
Snapshot 2024 (estimasi):
~215 juta pengguna internet — penetrasi ~77%
~167 juta pengguna media sosial aktif
Nilai ekonomi digital: ~$90 miliar (Google-Temasek-Bain, 2023 est.)
~215 juta pengguna internet — penetrasi ~77%
~167 juta pengguna media sosial aktif
Nilai ekonomi digital: ~$90 miliar (Google-Temasek-Bain, 2023 est.)
Infrastruktur Pendukung
- Jaringan 4G/5G (Telkom, XL, Indosat)
- Sistem pembayaran digital (GoPay, OVO, DANA, QRIS)
- Logistik: JNE, SiCepat, J&T, Anteraja
- Regulasi: PP 71/2019 tentang PSTE
Pilar Ekosistem Digital
- Platform: marketplace, media sosial, fintech
- Konektivitas: broadband, mobile internet
- Pembayaran: dompet digital, transfer bank, QRIS
- Logistik: pengiriman last-mile, cold chain
- Regulasi: perlindungan data (UU PDP 2022), e-signature
- SDM Digital: literasi digital, developer, UX designer
Studi Kasus: Ekosistem Super-App Indonesia
Gojek — GoTo Group
- Mulai 2010 sebagai ojek online; kini super-app
- Vertikal: transportasi, food delivery, fintech (GoPay)
- Merger dengan Tokopedia → GoTo (2021)
- Model: platform multi-sisi, komisi per transaksi
Tokopedia (dalam GoTo)
- Marketplace B2C & C2C terbesar Indonesia (pendiri 2009)
- ~100 juta produk listing (estimasi)
- Fitur: TokoPedia Now (quick commerce), TikTok Shop integrasi
- Monetisasi: iklan, TopAds, gold merchant fee
BCA Mobile & BRImo — E-Commerce Perbankan
Bank digital mengintegrasikan fitur belanja dan pembayaran langsung di aplikasi perbankan, menjadikan mereka pemain e-commerce de facto dalam segmen transaksi keuangan.
Dampak Globalisasi terhadap E-Commerce Indonesia
| Dimensi | Peluang | Tantangan |
|---|---|---|
| Pasar ekspor | UMKM bisa menjual ke luar negeri via cross-border e-commerce | Regulasi bea cukai, bahasa, kepercayaan pembeli asing |
| Kompetisi global | Teknologi dan best practice mudah diadopsi | Platform asing (Amazon, AliExpress, Temu) bersaing langsung |
| Rantai pasok | Akses ke supplier global lebih mudah | Ketergantungan impor produk digital/komponen |
| Regulasi | Standar internasional meningkatkan kepercayaan | Compliance multi-yurisdiksi (GDPR, PDP) mahal |
Diagram: Ekosistem E-Commerce Indonesia
Rangkuman Pertemuan 1
5 Key Takeaways
- E-commerce adalah transaksi komersial melalui jaringan digital — lebih sempit dari e-business.
- Karakteristik kunci: jangkauan global, biaya rendah, personalisasi, dan kecepatan real-time.
- Teori TAM & Diffusion of Innovation menjelaskan mengapa dan bagaimana adopsi e-commerce terjadi.
- Model bisnis B2C, B2B, C2C, G2C, D2C memiliki karakteristik dan strategi berbeda; hybrid semakin dominan.
- Ekosistem digital Indonesia tumbuh pesat; globalisasi membuka peluang ekspor sekaligus menghadirkan kompetisi global.
Tugas & Diskusi
Diskusi Kelas (30 menit)
- Identifikasi satu platform e-commerce Indonesia yang Anda gunakan.
- Tentukan: model bisnis apa (B2C/C2C/dll)?
- Apa value proposition utama platform tersebut bagi Anda sebagai konsumen?
- Apa tantangan terbesar yang Anda rasakan sebagai pengguna?
Tugas Mandiri (dikumpulkan P2)
- Pilih satu UMKM di sekitar Anda (bisa milik keluarga/kenalan).
- Analisis: apakah mereka sudah go-digital? Platform apa yang digunakan?
- Tulis ringkasan 300–400 kata: peluang dan hambatan go-digital untuk UMKM tersebut.
- Format: PDF, dikumpulkan via LMS sebelum P2.
Q&A & Preview Pertemuan 2
Sesi Tanya Jawab
- Pertanyaan tentang materi hari ini?
- Klarifikasi tugas mandiri?
- Diskusi lanjutan topik ekosistem digital?
Preview Pertemuan 2
Identifikasi Peluang Usaha dalam E-Commerce
- Analisis pasar digital dan segmentasi
- Teknik identifikasi celah pasar (gap analysis)
- Trend e-commerce 2024–2025: quick commerce, social commerce, AI shopping
- Studi kasus peluang niche market Indonesia
Pertemuan 1 selesai
Sudah paham? Uji dirimu
10 soal · ±5 menit · tanpa login · angka selalu baru
Mulai latihanatau lanjut ke Pertemuan 2 ›Latihan mandiri 10 soal tersedia — buka slide pertemuan ini di HP, lalu ketuk Mulai latihan.